MUJAHID’s Blg

Penghambaan diri pada Allah

Pohon Baik \’n Pohon Jelek

Ditulis oleh ulum99 di/pada 16 Maret 2009

Kej. 2:9

Lalu TUHAN Allah menumbuhkan berbagai-bagai pohon dari bumi, yang menarik dan yang baik untuk dimakan buahnya; dan pohon kehidupan di tengah-tengah taman itu, serta pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat

Ibrahim (14/24-26)

Tidakkah kamu perhatikan bagaimana Allah telah membuat perumpamaan kalimat yang baik [3] seperti pohon yang baik, akarnya teguh dan cabangnya [menjulang] ke langit, (24) pohon itu memberikan buahnya pada setiap musim dengan seizin Tuhannya. Allah membuat perumpamaan-perumpamaan itu untuk manusia supaya mereka selalu ingat. (25) Dan perumpamaan kalimat yang buruk [1] seperti pohon yang buruk, yang telah dicabut dengan akar-akarnya dari permukaan bumi; tidak dapat tetap [tegak] sedikitpun. (26)

Kalimat yang baik merupakan kata LA ILAHA ILLALLAH, tidak ada satu ketaatan hanyalah kepada Allah, satu penghambaan diri, pernyataan diri seorang hamba dalam beribadah sujud tundukpatuh bahwa Allah lah satu2nya Rob, satu2nya Malik, satu2nya Ilah

Rob = Akar, kuat menghujam kedalam tanah sebagai aqidah yang harus tertanam pada jiwa seorang mu\’min yang didasari oleh iman, dan diaplikasikan dengan aimana (perjanjian) dengan Allah untuk membentuk manusia yang baru

Malik = Batang, Kokoh menjulang ke langit sebagai Ibadah dalam menegakkan AN-AQIMUDDIN, seperti yang telah dilaksanakan oleh para Rosul sebagai Uswatun Hasanah Nuh, Ibrahim, Musa, Isa dan Muhammad

Ilah =  Buah sebagai Muamalah dengan terbentuknya Ummatan wahidatan, umat yang satu tunduk patuh pada aturan Allah

itulah pohon yang baik yang harus ditanam didaerah yang diberkati Allah, negri yang penuh dengan madu dan susu yaitu Darussalam atau Yerusalem

Allah menyeru [manusia] ke Darussalam [3] [surga], dan menunjuki orang yang dikehendaki-Nya kepada jalan yang lurus [Islam]. (25) Bagi orang-orang yang berbuat baik, ada pahala yang terbaik [surga] dan tambahannya [1]. Dan muka mereka tidak ditutupi debu hitam dan tidak [pula] kehinaan [2]. Mereka itulah penghuni surga, mereka kekal di dalamnya. (26)(QS. 10/25-26)

, sedangkan pohon yang jelek ?

Matius 7/17-20

7:17 Demikianlah setiap pohon yang baik menghasilkan buah yang baik, sedang pohon yang tidak baik menghasilkan buah yang tidak baik.
7:18 Tidak mungkin pohon yang baik itu menghasilkan buah yang tidak baik, ataupun pohon yang tidak baik itu menghasilkan buah yang baik.
7:19 Dan setiap pohon yang tidak menghasilkan buah yang baik, pasti ditebang dan dibuang ke dalam api.
7:20 Jadi dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka

Ditulis dalam tafakur | Leave a Comment »

Millah Ibrahim

Ditulis oleh ulum99 di/pada 5 Maret 2009

Kemudian Kami wahyukan kepadamu [Muhammad]: “Ikutilah millata Ibrahim seorang yang hanif.” dan bukanlah dia termasuk orang-orang yang mempersekutukan Tuhan.(QS. 16/123)

Katakanlah: “Sesungguhnya aku telah ditunjuki oleh Tuhanku kepada jalan yang lurus, [yaitu] din yang benar; millah Ibrahim yang lurus; dan Ibrahim itu bukanlah termasuk orang-orang yang musyrik”(QS. 6/161)

jalan yang lurus(shirotol Mustaqim) = Dien yang benar = Millah Ibrahim yang lurus

Ibrahim bukanlah termasuk orang musrik

siapakah orang2 musyrik itu ?

dengan kembali bertaubat kepada-Nya dan bertakwalah kepada-Nya serta dirikanlah shalat dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang mempersekutukan Allah, (31)

yaitu orang-orang yang memecah belah Din mereka [2] dan mereka menjadi beberapa golongan. Tiap-tiap golongan merasa bangga dengan apa yang ada pada golongan mereka. (32)(QS. 30/31-32)

Ditulis dalam tafakur | 5 Komentar »

Hanya Ada Dua Jalan

Ditulis oleh ulum99 di/pada 1 Maret 2009

“Dan Kami tunjukan kepadanya dua jalan”(QS.90/10)

Pertama, Jalan yang lurus yaitu jalan yang dilalui oleh orang-orang yang telah diberikan nikmat oleh Alloh, dari para Nabi-Nabi, Orang-Orang yang Sholeh, Orang-Orang yang Shidiq, dan para Pejuang Syuhada(QS.1/6-7, 4/68-69)

Kedua, jalan yang dimurkai lagi sesat (QS. 1/6-7)

“dan bahwa (yang Kami perintahkan) ini adalah jalan-Ku yang lurus, maka ikutilah dia; dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan (yang lain), karena jalan-jalan itu mencerai-beraikan kamu dari jalan-Nya. Yang demikian itu diperintahkan Allah kepadamu agar kamu bertaqwa. (QS. 6:153)”

“Maha Suci Rabb yang telah menciptakan pasangan-pasangan semuanya, baik dari apa yang ditumbuhkan oleh bumi dan dari diri mereka maupun dari apa yang tidak mereka ketahui. (QS. 36:36)”

Adam X Iblis

Ibrahim X Namrud

Musa X Fir’aun

Isa X Herodes & Ahlu Kitab

Muhammad X Abu Jahal cs

Mu’min X Kafir

Segala puji bagi Alloh

Ditulis dalam tafakur | Leave a Comment »

Tujuan Penciptaan Manusia

Ditulis oleh ulum99 di/pada 27 Februari 2009

Manusia terlahir dari rahim seorang ibu tanpa mengetahui sedikit apapun tentang ilmu, pelajaran pertama yang ia dapat adalah tangisan, yang menjadi satu kebanggaan orang tua yang melahirkan. Sebagai makhluq dari Sang Kholiq, manusia diberikan 3 modal untuk bekal dalam mengarungi hidup dan kehidupan ini, pendengaran, penglihatan, dan Hati(qolbu). Ketiga modal tersebutlah yang menjadikan manusia sebagai makhluq ciptaan yang paling sempurna diantara makhluq ciptaan lainnya(ahsanul khaliqin). Kemanakah tujuan hidup manusia? Teciptanya manusia tentu ada maksud kenapa manusia itu tercipta, apa tujuan Sang Kholiq dalam penciptaan manusia? Apakah kita sudah sadar(baligh), kemana tujuan hidup kita didunia ini?

maka, diperlukanlah sebuah tolak ukur dalam menentukan tujuan ini. Apa yang menjadi patokan kebenaran manusia dalam menentukan sesuatu? Apakah kebenaran subjektif yang berdasarkan kebenaran diri sesuai dengan hawa nafsunya, atau kebenaran objektif yang didasarkan kepada persetujuan orang banyak, atau juga kebenaran yang menurut adat istiadat nenek moyang, dan tidak kalah penting menurut kebenaran Sang Kholiq yang telah menciptakan manusia itu sendiri. Mari kita sepakati, kebenaran mana yang akan kita pilih? sebelum kita menentukan tujuan hidup dan kehidupan ini.

Tentu pasti, dan pasti tentu kebenaran Sang Kholiqlah yang akan kita pilih bagi orang yang yakin akan kebenaran Nya! Dalam Kitab Nya berfirman :

“Dan tidaklah Aku ciptakan jin dan manusia kecuali untuk mengabdi(beribadah)” (QS. 51/56)

Jadi tujuan manusia tercipta adalah MENGABDI(Beribadah) kepada Sang Kholiq, dengan menghadapkan tujuan hidupnya kepada aturan yang lurus(hanif), karena itu sudah menjadi fitrahnya manusia.

“Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada Din(Allah), (tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. tidak ada perubahan pada fitrah Allah. (itulah) Din yang lurus, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui” (QS. 30/30)

Ada dua cara atau metode dalam pengabdian kepada Sang Kholiq, pertama Jalan yang Lurus yaitu jalan yang dilalui oleh orang-orang yang telah diberi nikmat, kedua Jalan yang Dimurkai yaitu jalan yang dilalui oleh orang-orang sesat(Dzolim). Dalam hal ini manusia diberikan kebebasan untuk memilih, jalan mana yang akan dilalui untuk mengabdi kepada Sang Kholiq. Jalan yang Lurus atau Jalan yang Dimurkai?

Segala Puji Bagi Allah

Ditulis dalam tafakur | 2 Komentar »